Cara Mengobati Miom Sesuai Rekomendasi Dokter

Sekalipun tak berpotensi kanker, miom dapat menimbulkan gejala yang membuat banyak wanita tak nyaman bahkan hingga anemia dikarenakan kehilangan banyak darah saat menstruasi. Jika Anda mengalami kondisi ini, terdapat beberapa cara mengobati miom yang sesuai anjuran dokter. Berikut pembahasan lengkapnya.

Sekilas Tentang Miom

Miom merupakan tumor jinak yang terdiri dari otot polos myometrium. Tumbuhnya sel-sel otot dalam rahim itu tak normal, membentuk kumparan dan nantinya menggumpal seperti bola. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala ataupun tidak, dan nantinya menyusut dengan sendirinya setelah kehamilan atau setelah menopause.

Beberapa gejala yang timbul seperti pendarahan deras ketika menstruasi, haid lebih dari 1 minggu, nyeri pada pinggul, punggung dan kaki, serta sembelit. Meskipun tak akan menjadi kanker, pertumbuhan miom tetap harus rutin dipantau. Khususnya ketika gejala yang dirasakan sangat mengganggu dan parah.

Rekomendasi Dokter untuk Cara Mengobati Miom

Apakah miom perlu diobati? Terkadang pertumbuhan miom tak disadari oleh beberapa wanita karena tak menimbulkan gejala apapun. Pada kondisi ini, mungkin miom tak perlu diobati. Sebaliknya, bila miom menyebabkan rasa sakit dan beresiko menyebabkan komplikasi, maka miom perlu diobati. Kemungkinan dokter akan merekomendasikan beberapa cara mengobati miom, untuk mengurangi gejala ataupun pencegahan miom tumbuh semakin besar.

  • Meminum Ibuprofen

Untuk mengurangi nyeri di pinggul, punggung ataupun di kaki, dokter akan memberikan obat untuk meredakan nyeri seperti ibuprofen. Pastikan Anda mengikuti aturan dan petunjuk meminum obat. Mengingat obat ini tak boleh digunakan untuk jangka panjang.

  • Menjalani Terapi Hormon

Bila ibuprofen tak berpengaruh, nantinya dokter merekomendasikan Anda untuk menjalani terapi hormon. Dokter tetap memberikan resep pil KB, guna mengontrol pendarahan hebat dan pencegahan anemia, sekalipun obat tersebut tak akan mempengaruhi ukuran miom.

Selain pil KB, Gonadotropin Releasing Hormone (GNRH) bisa diberikan untuk mengecilkan miom serta mengurangi pendarahan hebat. Namun obat hormon ini tak boleh digunakan selama lebih dari 6 bulan sebab nantinya meningkatkan osteoporosis.

  • Embolisasi Fibroid

Merupakan metode mengecilkan miom dengan menyuntikkan polivinil alcohol (PVA) melalui arteri. Nantinya obat ini memblokir suplai darah ke miom sehingga ukurannya semakin menyusut.

Metode ini bukan operasi, namun mengharuskan pasien untuk rawat inap. Sesudah penyuntikan, kemungkinan pasien mengalami gejala sakit, mual, muntah, serta tubuh lemas untuk beberapa hari pertama.

  • Operasi Miomektomi

Metode ini tak menggunakan obat, namun dengan prosedur pembedahan untuk menghilangkan miom. Caranya adalah membedah perut dengan menggunakan laparoskop atau histeroskop untuk pengangkatan miom tanpa harus membuat sayatan berukuran besar di perut pasien.

Miomektomi nantinya sangat direkomendasikan bila pasien mempunyai rencana untuk hamil. Sayangnya operasi ini menimbulkan jaringan parut yang bisa meningkatkan resiko tidak subur. Sesudah prosedur ini, kemungkinan miom bisa tumbuh kembali bila tak diangkat secara menyeluruh.

  • Operasi Histerektomi

Sama halnya dengan miomektomi, histerektomi juga termasuk prosedur bedah. Perbedaannya, histerektomi nantinya mengangkat seluruh rahim sehingga miom tak akan terbentuk kembali.

Prosedur ini bisa dilakukan dengan membuat sayatan berukuran besar di perut pasien atau dengan laparoskopi. Metode ini umumnya akan direkomendasikan untuk wanita yang tak ingin mempunyai anak lagi.

  • Menjalani Endometrial Ablation

Prosedur ini bisa menghancurkan lapisan rahim untuk mengurangi pendarahan yang diakibatkan oleh miom. Untuk melakukannya, alat khusus dengan energi gelombang mikro atau arus listrik nantinya dimasukkan dalam rahim. Sesudah lapisan pertumbuhan rahim abnormal dihancurkan, maka aliran darah hebat selama menstruasi bisa diatasi.

Waspada Gejala Flu Pada Ibu Hamil

Flu merupakan penyakit menular yang diakibatkan oleh infeksi virus influenza yang kerap terjadi. Perawatan di rumah dan memberikan obat yang dijual dengan bebas di apotek dapat mengatasi gejala flu serta membuat Anda menjadi lebih baik. Akan tetapi, kondisi berbeda bila ibu hamil mengalami gejala flu.

Kehamilan membuat ibu hamil tak dapat mengonsumsi obat flu dengan bebas. Tak hanya itu, ibu hamil juga termasuk kelompok rentan yang beresiko mengalami komplikasi gejala flu. Ikuti pembahasan tentang cara mencegah dan cara mengatasi flu saat hamil berikut ini.

Cara Mencegah Flu Pada Ibu Hamil

Mencegah tentu lebih baik dari mengobati. CDC (Centers for Disease Control and Prevention) merekomendasikan pemberian vaksin flu untuk ibu hamil. Selain sebagai pencegahan, vaksin flu bagi ibu hamil juga bisa mengurangi gejala dan resiko komplikasi flu. Selain vaksinasi flu, CDC juga merekomendasikan beberapa perilaku untuk pencegahan flu berikut ini.

  • Menghindari orang sakit dan menjauhi kerumunan
  • Menerapkan etika saat batuk dan bersin dengan tisu, kain atau lengan bagian dalam
  • Mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun sesering mungkin
  • Menggunakan masker saat sakit atau saat pergi ke rumah sakit dan keramaian

Sekalipun termasuk umum terjadi, gejala flu pada ibu hamil perlu untuk diwaspadai. Perubahan fungsi jantung dan paru serta sistem imun yang terjadi selama kehamilan membuat rentan pada memburuknya gejala dan komplikasi flu.

Mungkin antivirus direkomendasikan oleh dokter untuk mengatasi gejala flu pada ibu hamil serta mengurangi resiko komplikasi. Akan tetapi, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter. Anda pun sebaiknya tak sembarangan meminum obat flu untuk ibu hamil.

Konsultasikan segera dengan dokter bila mengalami gejala flu, terutama bila Anda tengah mengandung. Tak hanya itu, konsumsi makanan bergizi dan memperkuat daya tahan tubuh dapat menjadi cara mencegah flu pada ibu hamil.

Cara Mengatasi Flu Pada Ibu Hamil

Bila Anda tengah hamil dan mengalami gejala flu, hubungi dokter untuk memperoleh perawatan yang tepat. Mengingat penanganan flu pada ibu hamil lebih kompleks, sebab tak hanya memikirkan kesembuhan sang ibu, namun juga efek yang bisa ditimbulkan pada bayi di dalam kandungan. Perpaduan dua cara mengatasi flu pada ibu hamil ini dapat Anda diskusikan dengan dokter.

  • Meminum obat

Memberikan obat pada ibu hamil memerlukan kehati-hatian. Sebab beberapa jenis obat dapat berpengaruh pada kondisi janin. Para ahli merekomendasikan untuk tak memberi obat pada masa 12 minggu pertama kehamilan sampai 28 minggu sesudahnya. Masa tersebut merupakan masa kritis untuk perkembangan organ bayi. Dikhawatirkan, memberikan obat justru bisa mengganggu perkembangannya.

Mengenai hal ini, Anda perlu konsultasi dengan dokter mengenai jenis obat flu yang cocok sesuai kondisi Anda. CDC memperbolehkan pemberian antivirus flu secepat mungkin dalam mengatasi gejala flu, bahkan untuk orang yang rentan akan resiko komplikasi flu seperti ibu hamil. Anda membutuhkan resep dokter untuk pemberian antivirus flu, khususnya untuk ibu hamil.

Sebenarnya, flu dengan sendirinya bisa sembuh dibantu daya tahan tubuh yang terus ditingkatkan. Namun beberapa orang mungkin memerlukan obat untuk mengurangi gejala flu yang menganggu. Terdapat beberapa obat flu yang bisa dikonsumsi oleh ibu hamil untuk mengurangi gejala flu seperti paracetamol untuk mengurangi demam dan nyeri.

Ibu hamil juga bisa meminum obat dextromethorphan saat mengalami flu untuk meredakan batuk. Penggunaan semprot atau tetes hidung saline bisa diberikan untuk mengurangi lendir di hidung dan menenangkan jaringan pada hidung yang meradang. Semprot hidung juga bisa membantu meredakan hidung tersumbat pada ibu hamil. Akan tetapi sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter untuk keamanan.

  • Cara alami

Selain minum obat sesuai resep dokter, ada beberapa cara alami untuk mengatasi flu pada ibu hamil yang dapat dilakukan di rumah. Beberapa cara alami meredakan flu pada ibu hamil antara lain banyak istirahat, banyak minum air putih, menghirup uap hangat.

Lalu berkumur dengan air garam hangat, mandi dengan air hangat, mengonsumsi sup ayam hangat, meminum the madu dan lemon. Penggunaan uap hangat atau minuman hangat bisa meredakan gejala hidung tersumbat.

Beragam Jenis Vitamin Untuk Kulit Tetap Sehat

Ada beragam jenis vitamin untuk kulit tetap sehat yang harus dipenuhi untuk menghindari masalah pada kulit. Anda bisa memperolehnya dari beragam sumber makanan dengan kandungan vitamin A, B-Kompleks, C, D, E, dan K. Salah satunya bisa diperoleh dari akar bajakah asli. Namun pastikan Anda juga memenuhi asupan nutrisi yang lain seperti protein, lemak sehat dan mineral.

Fungsi Beragam Jenis Vitamin Untuk Kulit Sehat

Kulit memerlukan beragam nutrisi untuk bisa menjalankan fungsinya yaitu melindungi tubuh. Anda bisa mendapatkannya dengan pola makan bergizi dan sehat serta memperhatikan kandungan vitamin dan mineral yang bagus untuk kulit. Lalu apa saja vitamin untuk kulit tetap sehat?

  • Vitamin A

Vitamin A dikenal bagus untuk kesehatan mata. Akan tetapi lebih dari itu, ada beragam manfaat vitamin A untuk kulit. Bila kulit kekurangan vitamin A, maka kulit pun terasa kering dan gatal. Manfaat vitamin A untuk kulit antara lain bisa melindungi kulit dari sinar matahari, mencegah kulit kering, mengendalikan produksi minyak pada wajah, memperbaiki kerusakan pada lapisan kulit, memperlambat kerutan dan tanda-tanda penuaan dini lainnya, serta mempercepat penyembuhan luka.

  • Vitamin B-Kompleks

Beberapa vitamin B-Kompleks termasuk vitamin yang dibutuhkan oleh kulit. Ada beragam hasil penelitian yang menyebutkan vitamin B bermanfaat untuk kulit, antara lain membantu tubuh dalam produksi sel-sel kulit sehat. Vitamin B3 bisa memperlambat tanda-tanda penuaan. Vitamin B5 bisa membantu mengatasi penuaan kulit dan jerawat. Beragam jenis vitamin B dibutuhkan dengan jumlah berbeda.

  • Vitamin C

Vitamin C merupakan vitamin untuk kulit utama yang diperlukan tubuh karena memiliki kandungan antioksidan tinggi. Vitamin C juga memiliki kandungan kolagen. Maka tak mengherankan jika vitamin C kerap digunakan sebagai salah satu bahan utama untuk produk anti-aging atau perawatan kulit anti penuaan.

Pada tubuh, vitamin kulit ini bisa ditemukan di lapisan epidermis atau lapisan luar kulit dan lapisan dermis atau lapisan dalam kulit. Beberapa manfaat vitamin C untuk kulit antara lain melindungi kulit dari sinar matahari, memperlambat tanda penuaan dini dan kerutan, mencegah dan memperbaiki kulit kering, mengurangi kerusakan sel dan membantu penyembuhan luka, serta membuat kulit lebih cerah, sehat dan kenyal.

  • Vitamin D

Vitamin D yang bisa diperoleh dari akar bajakah asli ini mungkin lebih dikenal untuk membantu proses penyerapan kalsium pada tulang. Sebenarnya vitamin D juga memiliki manfaat untuk kulit. Salah satu diantaranya adalah mengatasi peradangan karena sifat antiradang yang bisa mengatasi jerawat hingga psoriasis. Penggunaan krim dengan kandungan vitamin D dan E bisa mengurangi gejala dermatitis atopik.

  • Vitamin E

Seperti halnya vitamin C, vitamin E juga berperan sebagai antioksidan. Secara umum, tubuh memproduksi vitamin E melalui sebum, minyak alami yang dikeluarkan pori-pori kulit. Bila kadarnya seimbang, sebum bisa membantu menjaga kulit agar tidak kering. Tak hanya itu, vitamin E juga bisa melindungi kulit dari sinar matahari, mencegah timbulnya keriput dan bintik hitam pada wajah, serta mengatasi peradangan pada kulit.

  • Vitamin K

Vitamin K berfungsi membantu proses pembekuan darah pada tubuh. Maka tak mengherankan jika vitamin ini mempunyai peran penting pada proses penyembuhan luka, lebam, sampai area kulit setelah operasi. Tak sebatas itu saja, vitamin K juga bisa membantu mengatasi masalah kulit lainnya seperti bekas luka, stretch mark, bintik-bintik hitam dan kantung mata.

Cara Mendapatkan Beragam Jenis Vitamin Untuk Kulit

Untuk mendapatkan asupan vitamin A, Anda dapat mengonsumsi beberapa makanan seperti wortel, ubi, sayuran hijau, telur dan hati ayam, mangga serta pepaya. Selain dari konsumsi makanan, vitamin untuk kulit ini juga bisa didapatkan dari penggunaan produk perawatan kulit, termasuk serum atau krim wajah.

Untuk mendapatkan asupan vitamin B, Anda bisa mendapatkan manfaatnya secara maksimal dengan mengoleskannya secara langsung pada kulit melalui beberapa produk skincare. Anda juga mendapatkannya dari beberapa makanan seperti gandum, oatmeal, kacang-kacangan, ikan dan daging.

Untuk memenuhi kebutuhan akan vitamin C, Anda dapat mengonsumsi buah-buahan seperti jeruk, blueberry, strawberry, cranberry, blackberry, melon, apel dan jambu biji. Sumber vitamin C lainnya juga ada pada sayuran hijau seperti bayam dan brokoli.

Untuk memenuhi kebutuhan vitamin D cara paling mudah adalah dengan berjemur di bawah sinar matahari. Anda pun bisa mendapatkan asupan vitamin D dengan mengonsumsi ikan sarden, ikan salmon, sereal, kuning telur dan susu bubuk.

Selain penggunaan produk perawatan kulit, Anda pun bisa mencukupi kebutuhan vitamin E dengan mengonsumsi sayuran hijau, brokoli, telur, kacang-kacangan dan biji-bijian seperti hazelnut, almond dan biji bunga matahari.

Selain menggunakan krim kulit, Anda juga bisa mencukupi kebutuhan vitamin K dengan mengonsumsi beberapa makanan seperti sayuran hijau termasuk bayam dan brokoli, biji-bijian, minyak nabati, serta akar bajakah asli.

Vitamin E untuk Kecantikan Tubuh dan Kulit

Vitamin E adalah jenis vitamin yang larut dalam lemak dan mempunyai efek antioksidan. Anda bisa mendapatkan manfaat vitamin ini dengan konsumsi sayur-sayuran hijau seperti sawi, bayam, brokoli dan daun lobak, serta buah-buahan seperti tomat, alpukat, mangga, pepaya dan wortel. Tak hanya itu, kacang-kacangan juga memiliki kandungan vitamin E, seperti kacang tanah, kacang almond dan kedelai.

Manfaat Vitamin E untuk Kecantikan Tubuh dan Kulit

Apakah vitamin E memiliki manfaat untuk kecantikan tubuh dan kulit? Berikut ini beberapa manfaat vitamin E.

  • Memperbaiki Kulit

Ada beragam manfaat vitamin E untuk kulit, seperti meningkatkan elastisitas dan kelembapan kulit, mengurangi peradangan, hingga membantu pembentukan kolagen. Manfaat ini diperoleh sebab vitamin E nantinya diserap oleh lapisan epidermis kulit dan digunakan dalam memperbaiki kulit yang rusak.

Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian yang menyatakan bahwa vitamin E bisa mengurangi peradangan (baik yang terjadi pada kulit atau di dalam tubuh), sehingga kulit menjadi sehat dan awet muda. Vitamin E yang memiliki sifat antioksidan juga bisa mempercepat proses regenerasi kulit, mencegah kerusakan kulit, serta melindungi dari risiko kanker kulit.

  • Menebalkan Rambut

Vitamin E yang memiliki sifat antioksidan bisa memperlancar sirkulasi darah ke seluruh bagian di kepala sampai kulit kepala. Oleh karena itu vitamin E bisa menstimulasi pertumbuhan rambut, mencegah rambut rontok dan memperbaiki struktur rambut. Tak hanya itu, vitamin E juga bisa memperbaiki jaringan rambut, rambut pun tampak lebih sehat dan lebih berkilau.

  • Menyeimbangkan Hormon

Hormon yang tidak seimbang tak jarang berpengaruh pada kondisi fisik dan psikis seseorang. Contoh saat terjadi sindrom PMS, beberapa wanita merasakan kram perut, nyeri pada payudara, sampai perubahan mood. Untuk mengatasinya, Anda dapat mengonsumsi makan dengan kandungan vitamin E seperti buah dan sayur. Hal ini karena vitamin E dianggap mampu menjaga keseimbangan sistem saraf dan endokrin untuk menyeimbangkan sistem hormon di dalam tubuh.

  • Meningkatkan Ketahanan Fisik

Vitamin E juga bisa digunakan untuk meningkatkan ketahanan fisik. Hal ini dikarenakan vitamin E bisa meningkatkan energi dan mengurangi stres pada otot sesudah berolahraga. Vitamin E juga bisa meningkatkan sirkulasi darah, menguatkan dinding kapiler darah, serta menyehatkan sel-sel otot, hingga mampu menjaga kekuatan otot.

Makanan yang Kaya akan Kandungan Vitamin E

Beberapa makanan yang kaya akan kandungan vitamin E ini sebaiknya tak Anda lewatkan. Berikut beberapa diantaranya.

  • Kacang

Kacang merupakan camilan yang sudah lama populer. Apakah Anda mengetahui bahwa setidaknya ada 4,93 mg vitamin E di setiap 100 gram kacang panggang kering. Pastikan Anda membeli kacang tanah yang dipanggang kering dibandingkan memilih kacang dengan perasa tambahan dan garam.

  • Almond

Setidaknya ada 25,63 mg vitamin E di setiap 100 gram almond. Anda bisa mengonsumsi almond panggang, menambahkannya pada sereal sebagai topping atau mencampurkannya pada makanan yang dipanggang. Anda juga bisa meminum susu almond untuk memperoleh vitamin E alami.

  • Biji Bunga Matahari

Anda dapat menaburkan biji bunga matahari pada oatmeal, yogurt ataupun salad. Satu porsi (100 gram) biji bunga matahari mengandung 35,17 mg vitamin E. Biji bunga matahari memiliki banyak nutrisi dan bisa membantu Anda mendapatkan cukup serat untuk kesehatan sistem pencernaan.

  • Alpukat

Alpukat merupakan buah yang memiliki kandungan gula sangat sedikit dan banyak nutrisi. Setidaknya ada 2,07 miligram vitamin E di setiap 100 gram buah alpukat. Alpukat juga memiliki kandungan 10 mg vitamin C yang menjadi tambahan nutrisi menyehatkan.

  • Minyak

Beberapa jenis minyak memiliki kandungan vitamin E yang sangat tinggi. Selain kalori dan lemak, sebagian minyak memiliki kandungan nutrisi lainnya. Contohnya minyak dedak beras, minyak biji anggur, minyak biji gandum dan minyak sunflower yang mengandung vitamin bermanfaat bagi tubuh.

  • Bayam

Bayam merupakan salah satu jenis sayuran dengan warna hijau tua. Satu porsi atau sekitar 100 gram bayam mentah memiliki kandungan 2,03 mg vitamin E. Jenis sayuran lain yang juga bisa Anda konsumsi adalah kubis, brokoli atau sawi.

  • Swiss Chard

Sayuran dengan daun berwarna hijau tua ini memiliki kandungan 1,89 mg vitamin E di setiap porsi atau sekitar 100 gram. Seperti halnya sayuran hijau yang lainnya, lobak swiss ini memiliki kandungan nutrisi lainnya seperti vitamin A, vitamin C, magnesium dan zat besi.

  • Labu Butternut

Butternut squash merupakan sayuran lezat yang kerap dihidangkan pada musim gugur dan dingin di sejumlah negara. Ada 1,29 mg vitamin E di setiap 100 gram labu butternut panggang.

  • Sayur Bit

Walaupun banyak orang akrab dengan rasa bit, namun tak semua mengetahui bahwa daunnya pun dapat dimakan. Anda dapat menggunakan sayur bit pada salad atau dengan menumisnya menggunakan minyak. Setiap 100 gram sayur bit matang setidaknya ada 1,81 mg vitamin E.

Bahaya Overworked untuk Kesehatan

Overworked tak hanya sekedar lembur. Lembur sendiri mungkin berkaitan dengan jam kerja lebih lama selama beberapa waktu tertentu. Sedangkan overworked membuat Anda tak mengenal batas waktu dalam bekerja, menghabiskan waktu pribadi, serta membuat Anda lebih sering dalam bekerja.

Overworked bisa membuat Anda kelelahan dan bisa berujung pada permasalahan kondisi mental. Untuk beberapa orang, bekerja adalah sarana mendedikasikan diri dan untuk memenuhi kebutuhan. Untuk beberapa kondisi, bekerja secara berlebih atau overworked mungkin tak disadari dan bisa berpengaruh negatif pada kesehatan fisik dan mental.

Ciri-Ciri Overworked atau Bekerja Berlebihan

Overworked merupakan istilah yang digunakan dalam menggambarkan kondisi bekerja lebih lama bahkan hingga berlebihan di luar kapasitas, serta bisa berpengaruh terhadap kesehatan fisik ataupun mental. Dapat dikatakan, overworked berarti bekerja secara berlebihan melebihi jumlah pekerjaan, waktu kerja panjang, serta frekuensi dalam bekerja.

WHO selaku badan kesehatan dunia mendefinisikan overworked sebagai bekerja secara berlebihan melebihi 55 jam dalam seminggu. Kondisi ini pun dihubungkan dengan beragam resiko gangguan kesehatan bahkan hingga kematian. Tak hanya lembur biasa, overworked membuat Anda tak mengenal batas waktu dalam bekerja, sekalipun hari libur dan menghabiskan waktu pribadi Anda.

Seorang psikolog, Marsha Brown, Ph.D. menjabarkan secara spesifik beberapa ciri overworked yang harus Anda waspadai berikut ini.

  • Sakit kepala atau pusing
  • Sakit pada bagian leher atau punggung
  • Kelelahan
  • Merasa tak rileks atau tegang
  • Sakit perut atau mual
  • Khawatir dan cemas
  • Merasa tak berdaya
  • Merasa takut
  • Kurang tidur
  • Mudah sakit
  • Mudah sedih dan marah
  • Cenderung merokok atau minum alkohol
  • Kesulitan dalam memecahkan masalah
  • Memiliki toleransi rendah pada pekerjaan
  • Melakukan kesalahan dalam bekerja
  • Menurunnya produktivitas
  • Menghindari rekan kerja
  • Lebih banyak terlibat konflik
  • Mempermasalahkan hal-hal yang relatif kecil

Cara Mengatasi Overworked

Beberapa cara dapat Anda lakukan untuk bisa menghindar dari overworked. Berikut beberapa diantaranya.

  • Mengetahui kemampuan diri, katakan “tidak” pada pekerjaan yang Anda rasa terlalu banyak atau berada di luar kemampuan Anda
  • Membuat to do list atau penjadwalan dalam bekerja
  • Mengetahui waktu untuk bekerja dan beristirahat
  • Memanfaatkan waktu luang atau dalam perjalanan untuk istirahat sejenak

Para pekerja sangat mungkin mengalami overworked. Mengenal ciri-ciri kelelahan karena kerja berlebih dan cara untuk mengatasinya dapat menghindarkan Anda dari resiko mengalami gangguan kesehatan baik fisik dan mental. Tak hanya itu, dengan bekerja secara sehat, Anda pun menjadi semakin nyaman dan produktif dalam bekerja.

Konsultasikan dengan dokter atau profesional lainnya bila Anda mengalami stres karena pekerjaan yang tak kunjung hilang. Diskusi dengan atasan ataupun pihak terkait juga menjadi salah satu cara untuk menemukan solusi bersama.

Bahaya Overworked untuk Kesehatan

Orang yang menghabiskan lebih banyak waktu untuk bekerja beresiko mengalami permasalahan kesehatan fisik, mental serta sosial. Bekerja berlebihan berhubungan dengan beberapa penyakit kronis dan cenderung memiliki gaya hidup tak sehat seperti merokok, kurang tidur, minum alkohol dan kurangnya aktivitas fisik. Hal ini bisa meningkatkan resiko penyakit kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah), diabetes dan obesitas.

Bekerja berlebihan tanpa waktu bersantai juga berkaitan dengan menurunnya kesehatan mental dan berdampak buruk pada sistem syaraf pusat. Tentu bisa mengarah pada beragam gangguan emosional dan mental seperti depresi sampai keinginan bunuh diri. Bekerja berlebihan juga membuat Anda tak memiliki waktu untuk keluarga, teman dan orang terdekat. Hal ini bisa memperburuk hubungan sosial hingga kerenggangan rumah tangga.

Ide Camilan Sehat Untuk di Kantor

Mungkin Anda tak pernah lupa untuk mempersiapkan bekal makan siang sebelum Anda berangkat ke kantor. Akan tetapi apakah Anda juga mempersiapkan camilan? Selain agar perut tetap kenyang, camilan pun penting untuk membantu Anda tetap fokus dalam bekerja. Berikut ini ada beberapa ide camilan sehat dan praktis untuk di kantor.

Pilihan Camilan Sehat dan Praktis Untuk di Kantor

Sesibuk apapun, Anda harus selalu meluangkan sedikit waktu untuk makan camilan di sela-sela waktu pekerjaan. Seorang ahli gizi di New York University, Brittany Kohn, M.S., R.D mengungkapkan bahwa memakan camilan di kantor bisa membantu Anda menjaga stamina tubuh sekaligus menjaga kadar gula darah agar tetap stabil jelang sore hari.

Terlebih lagi, aktivitas di kantor yang begitu padat kerap membuat Anda “ngidam” makanan tak sehat. Contoh konsumsi keripik kentang dengan kandungan 303 kalori dan 19,6 gram lemak. Bila keinginan tak sehat ini Anda ikuti, maka berhati-hatilah dengan resiko obesitas yang bisa mengintai Anda.

Beberapa Pilihan Camilan Sehat Untuk di Kantor

Untuk solusinya, Anda bisa mempersiapkan beberapa camilan sehat dan praktis untuk di kantor berikut ini.

  • Sandwich/roti isi

Setangkup sandwich berisi sayur termasuk salah satu camilan sehat dan praktis untuk bekal Anda di kantor. Jika satu tangkup roti isi dianggap terlalu banyak, Anda bisa memotong sandwich menjadi beberapa bagian kecil agar lebih praktis untuk dimakan sekaligus tetap mengenyangkan.

Agar makin sehat, pilihlah roti gandum dan perbanyak sumber protein ataupun asupan sayur di dalamnya. Contohnya menambahkan daging, telur, keju, tomat, atau daun selada sesuai dengan selera Anda.

Satu porsi kecil roti isi ini bisa membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian. Anda pun tak perlu khawatir nantinya gemuk sebab camilan sehat satu ini hanya memiliki kandungan kurang dari 300 kalori.

  • Salad buah

Untuk Anda pencinta buah dan sayur, mengapa tak mempersiapkan salad buah untuk camilan sehat dan praktis di kantor? Caranya sangat mudah. Anda hanya perlu mencampurkan beragam jenis buah dan sayur yang Anda suka, kemudian menambahkan sedikit mayonaise dan keju parut di bagian atasnya.

Selain segar rasanya, salad buah juga rendah kalori namun tinggi vitamin, mineral dan serat. Tentu kandungan nutrisi ini sangat baik bagi Anda, khususnya untuk Anda yang sedang menjalankan diet.

  • Yogurt

Anda sedang diet dan tak ingin mengonsumsi camilan karena takut gemuk? Tenang, Anda bisa mengonsumsi yogurt dan menjadikannya sebagai camilan sehat untuk di kantor. Yogurt memiliki banyak kandungan kalsium, protein dan probiotik yang bagus untuk kesehatan pencernaan.

Tak hanya itu, untuk 6 ons greek yogurt hanya memiliki kandungan 150 kalori, sehingga tak akan langsung menaikkan berat badan Anda secara drastis. Bahkan, kandungannya yang tinggi serat justru membuat Anda kenyang lebih lama dan mencegah Anda untuk kalap waktu makan siang ataupun makan malam nantinya.

Untuk Anda yang tak suka yogurt karena cenderung asam, Anda dapat menambahkan beberapa potong buah ataupun kacang-kacangan. Dengan begitu, kandungan vitamin dan mineral bisa meningkat.

  • Popcorn

Banyak orang enggan mengonsumsi popcorn karena khawatir akan kandungan garam yang tinggi. Khawatir nantinya cepat gemuk? Tenang, popcorn justru masuk daftar camilan sehat sebab kandungan seratnya yang tinggi.

Popcorn juga memiliki kandungan kalori yang rendah, namun dengan catatan Anda tak menambahkan pemanis atau mentega leleh di atasnya. Solusinya, Anda bisa menggantinya dengan taburan keju agar lebih lezat dan perut tetap kenyang saat di kantor.